Andi (27), pekerja tambang timah inkonvensional (TI) merenggang nyawa.
Sekitar dua jam korban terkubur hidup-hidup, dan saat ditemukan tak bernyawa lagi, Selasa (16/1/2018).
Kejadian bermula, Selasa (16/1/2018) sekitar Pukul 12.00 WIB di lokasi tambang timah di Dusun 02 RT 04 Desa Merawang Kecamatan Merawang Bangka.
Tambang yang disebut-sebut milik Asen, Warga Desa Merawang Bangka.
Di lubang camui tambang ketika itu sedang bekerja sekitar 10 orang, diantaranya korban bernama Andi (27), Warga Kimhin Lingkungan Limbang Jaya Sungailiat Bangka.
Korban dan sejumlah pekerja asik menyemprot tanah menggunakan mesin semprot dompeng.
Namun tiba-tiba-tiba, tanah di atas mereka longsor. Para pekerja spontan kabur, namun satu diantara mereka, Andi terjebak. Andi tertimbun seketika hilang dari pandangan mata.
“Korban bernama Andi. Sedangkan pemilik TI namanya Asen. Asen itu sudah lama buka TI. Bahkan beberapa tahun lalu Asen juga buka TI, dan anaknya jadi korban, mati di lubang camui tambangnya sendiri,” kata sebuah sumber kepada Bangka Pos Group, Selasa (16/1/2018).
Mengenai informasi kecelakaan kerja atau laka tambang, diakui Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kapolsek Merawang Iptu R Guzel ketika dikonfirmasi Bangka Pos Group, Selasa (16/1/2018).
Namun Kapolsek belum memberikan data rinci karena alasan sedang memerkspara saksi. “Ya betul, korbannya tewas. Kita masih periksa saksi-saksi,” katanya.
Sementara itu Kabag Ops Kompol S Sophian mewakili Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun dikonfirmasi secara terpisah, Selasa Petang (16/1/2018), memastikan, Polsek Merawang sudah datang ke lokasi kejadian.
Tiga orang saksi sudah dimintai keterangan terkait insiden ini.
“Telah terjadi laka tambang yang menyebabkan satu orang pekerja ditemukan meninggal dunia yaitu inisial AK, usia 27 tahun, agama Budha, Alamat Jl Kimhin Kelurahan Limbang Jaya Sungailiat Bangka,” tambah Sophian, hanya menyebut nama korban dan saksi dalam bentuk inisial.
Mengenai kronologis kejadian diakui Sophian bermula saat 10 orang pekerja menggunakan dua unit mesin dongpeng melakukan aktifitas penambangan di lokasi tambang yang dimaksud.
Kondisi lubang tambang saat itu berdiameter sekitar 70 meter dan dalam 8 meter.
“Dimana pada saat kejadian sepuluh pekerja sedang menyemprot tanah di lubang camui dan secara tiba-tiba dinding tanah di depan pekerja longsor sehingga menimbun satu orang pekerja. Sementara sembilan pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri,” katanya.
Beruntung di lokasi kejadian ada alat berat jenis eksavator. Kepiting besi ini dikerahkan untuk mengeruk tanah, agar korban cepat ditemukan.
“Mendapati kejadian tersebut alat berat dan pekerja TI di sekitar TKP melakukan pencarian dan avakuasi terhadap korban yang tertimbun tanah tadi. Selanjutnya sekitar pukul 14.00 WIB, korban berinisial AK berhasil ditemukan namun sudah meninggal dunia,” katanya.(*)
Mohon Klik ‘Suka’ atau gambar Jempol diatas, agar selalu dapat Berita terbaru. Jangan Lupa Bagikan
Sekitar dua jam korban terkubur hidup-hidup, dan saat ditemukan tak bernyawa lagi, Selasa (16/1/2018).
Kejadian bermula, Selasa (16/1/2018) sekitar Pukul 12.00 WIB di lokasi tambang timah di Dusun 02 RT 04 Desa Merawang Kecamatan Merawang Bangka.
Tambang yang disebut-sebut milik Asen, Warga Desa Merawang Bangka.
Di lubang camui tambang ketika itu sedang bekerja sekitar 10 orang, diantaranya korban bernama Andi (27), Warga Kimhin Lingkungan Limbang Jaya Sungailiat Bangka.
Korban dan sejumlah pekerja asik menyemprot tanah menggunakan mesin semprot dompeng.
Namun tiba-tiba-tiba, tanah di atas mereka longsor. Para pekerja spontan kabur, namun satu diantara mereka, Andi terjebak. Andi tertimbun seketika hilang dari pandangan mata.
“Korban bernama Andi. Sedangkan pemilik TI namanya Asen. Asen itu sudah lama buka TI. Bahkan beberapa tahun lalu Asen juga buka TI, dan anaknya jadi korban, mati di lubang camui tambangnya sendiri,” kata sebuah sumber kepada Bangka Pos Group, Selasa (16/1/2018).
Mengenai informasi kecelakaan kerja atau laka tambang, diakui Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kapolsek Merawang Iptu R Guzel ketika dikonfirmasi Bangka Pos Group, Selasa (16/1/2018).
Namun Kapolsek belum memberikan data rinci karena alasan sedang memerkspara saksi. “Ya betul, korbannya tewas. Kita masih periksa saksi-saksi,” katanya.
Sementara itu Kabag Ops Kompol S Sophian mewakili Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun dikonfirmasi secara terpisah, Selasa Petang (16/1/2018), memastikan, Polsek Merawang sudah datang ke lokasi kejadian.
Tiga orang saksi sudah dimintai keterangan terkait insiden ini.
“Telah terjadi laka tambang yang menyebabkan satu orang pekerja ditemukan meninggal dunia yaitu inisial AK, usia 27 tahun, agama Budha, Alamat Jl Kimhin Kelurahan Limbang Jaya Sungailiat Bangka,” tambah Sophian, hanya menyebut nama korban dan saksi dalam bentuk inisial.
Mengenai kronologis kejadian diakui Sophian bermula saat 10 orang pekerja menggunakan dua unit mesin dongpeng melakukan aktifitas penambangan di lokasi tambang yang dimaksud.
Kondisi lubang tambang saat itu berdiameter sekitar 70 meter dan dalam 8 meter.
“Dimana pada saat kejadian sepuluh pekerja sedang menyemprot tanah di lubang camui dan secara tiba-tiba dinding tanah di depan pekerja longsor sehingga menimbun satu orang pekerja. Sementara sembilan pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri,” katanya.
Beruntung di lokasi kejadian ada alat berat jenis eksavator. Kepiting besi ini dikerahkan untuk mengeruk tanah, agar korban cepat ditemukan.
“Mendapati kejadian tersebut alat berat dan pekerja TI di sekitar TKP melakukan pencarian dan avakuasi terhadap korban yang tertimbun tanah tadi. Selanjutnya sekitar pukul 14.00 WIB, korban berinisial AK berhasil ditemukan namun sudah meninggal dunia,” katanya.(*)
Mohon Klik ‘Suka’ atau gambar Jempol diatas, agar selalu dapat Berita terbaru. Jangan Lupa Bagikan

