Jagalah Lisan...... Inilah Kalimat yang Paling Dibenci Allah... Namun Sering Kita Ucapkan!!

Hallo pembaca setia, pada sharing informasi yang berguna kali ini yang bertajuk " jagalah lisan, inilah kalimat yang amat dibenci allah, tetapi kerap kita ucapkan! ! " , aku telah membagikan informasi terkini dan juga yang lagi dibicarakan di jagat sosial media. mudah - mudahan isi postingan informasi yang aku tulis ini mampu berguna buat kamu seluruh. okelah, ini ia informasinya.







akhi.. ukhti.. sebaiknya kita melindungi lisan.. . berikut kami sampaikan kalimat yang amat dibenci oleh allah :

“perkataan yang amat disukai allah ta’ala, ” tutur teman mulia abdullah bin mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “adalah kala seseorang hamba mengucapkan
سبحنك اللهم وبحمدك وتبرك اسمك وتعلى جدك ولا اله غيرك
" (mahasuci engkau. seluruh puji milik - mu semata. mahasuci nama - mu. mahaluhur engkau. tidak terdapat tuhan melainkan engkau). ”

dalam riwayat - riwayat lain dari bermacam jalan, seluruh kalimat yang berisi pujian, pensucian, dan juga pengagungan kepada nama allah ta’ala menggambarkan kalimat yang amat ia cintai.

tercantum di dalamnya kalimat subhanallah (mahasuci allah) , alhamdulillah (seluruh puji untuk allah) , laa ilaha illallah (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali allah) , allahu akbar (allah mahabesar) , dan juga kalimat semakna yang lain.

“perkataan yang amat dibenci allah, ” lanjut teman mulia abdullah bin mas’ud yang dilansir oleh syeikh abu bakar al - thurthusyi al - andalusi dalam al - ma’tsurat, “adalah dikala seorang pria mengatakan kepada pria (orang) lain, ‘bertaqwalah kepada allah’, dan juga pria (orang) lain tersebut menanggapi, ‘urus aja dirimu seorang diri. ’”

dalam kehidupan tiap hari, kalimat ini kerap kita dengarkan. terlebih lagi dapat jadi, terdapat diantara kita yang sempat mengucapkan kalimat ini karna tidak mengenali kalau kalimat tersebut menggambarkan kalimat yang amat dibenci allah ta’ala.

sering kali kita mengantarkan ajakan kebaikan kepada teman . baik dalam ajakan santai ataupun dialog sungguh - sungguh tentang tema kehidupan. bagaikan konsekuensi seseorang muslim yang pula dai di jalur allah ta’ala, mengajak kepada kebaikan dan juga taqwa tentu aja sudah jadi napas kehidupan.

sampai - sampai kita dengan gampang mengantarkan ajakan;

“shalat ayo. ”

“ngaji ayo. ”

dan juga ajakan - ajakan lain yang bermakna dakwah, mengajak teman buat melaksanakan kebaikan dan juga menjauhi keburukan sehabis menyembah kepada allah ta’ala.

tetapi respons yang kita terima acapkali bermuatan negatif terlebih lagi penentangan. tidak tidak sering, orang - orang yang diajak itu malah mengantarkan anjuran supaya kita tidak repot - repot mengajak mereka.

“sudahlah. tidak harus repot - repot. urus aja dirimu seorang diri. gak harus sok suci. tidak butuh sok baik. ”

kalimat - kalimat jawaban tersebut kerap pula ditambah;

“memang kalian sudah baik? ”

“memang kalian sudah tentu masuk surga? ”

sebaiknya kalimat - kalimat tersebut tidak melemahkan antusias kita dalam berdakwah. jangan hingga kalimat - kalimat itu terlontar dari lisan kita kala terdapat orang yang mengantarkan ajakan kepada diri buat berbuat lebih baik di jalur iman dan juga taqwa.