Baca Bila Tidak Ingin Menyesal Seumur Hidup....Jangan Buang Air Rebusan Mie Instan.. Baca Riset Guru Besar Ipb Ini

Tidak sedikit sumber yang menyatakan bahaya mengonsumsi mie instan. Benarkah demikian? Inilah pendapat ahli mengenai bahayanya merebus mie instant dan memakannya.









Banyak dari kita yang sering mengkonsumsi mie instant. Terutama yang jomblo (anak kos) hehehehe, Demi hemat biaya pengeluaran dan rasanyapun sedap, kita rela makan mie. Nah sebenarnya makan mie instant berbahaya gak sih? simak penjelasannya dibawah ini.

Menurut Guru Besar Depertemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardinsyah, ada tiga mitos terkait mie instan yang perlu diketahui.

Mitos ini sering kita temui bahkan mungkin kita mempercayai hal ini. Contohnya seperti mengganti air rebusan mie instan harus dua kali atau sekali? mitos beredar kalau merebus 1 kali, zat kimianya masih ada didalam mie tersebut.



NB : Yang namanya makanan instant tetap saja berbahaya, ini hanyalah pendapat berlaka. dan ternyata ada juga pendapat yang bersebrangan dengan pendapat ini. Lebih baik hindari makanan seperti ini.

1. Mengganti air rebusan mi instan atau merebusnya dua kali

Menurut Hardinsyah, mengganti air rebusan mie instan tidak perlu. karena mi instan di Indonesia, tepung terigunya sudah mengandung asam folat yang baik untuk tubuh, dan asam folat itu justru larut dalam air, Nah bila dibuang otomatis kita tidak mendapatkan asam folat tersebut.

2. Tubuh memerlukan waktu beberapa hari untuk mencerna mi instan
Hardinsyah membantah mitos tersebut. Menurutnya, jika tubuh terasa berenergi setelah makan, berarti makanan tersebut diolah dengan baik oleh tubuh. begitu sebaliknya

Sebaliknya, jika setelah makan malah merasa lemas, berarti makanan tersebut tidak dicerna dengan baik.
diapun menambahkan, setelah makan mi instan, tubuh akan merasa berenergi, yang berarti mi instan dapat langsung diolah oleh tubuh.

3. Makan nasi dengan mi instan. Baik atau tidak?

Nah ini yg sering dijumpai? Baik atau tidak ya?

Ternyata jawabannya adalah …

Jawabannya adalah tidak baik.

Alasannya Karena baik nasi dan mi instan sama-sama karbohidrat. Hardinsyah menyarankan untuk meragamkan asupan makanan, misalnya, memakan mi instan dengan telur dan sayur untuk menyeimbangkan asupan protein dan vitamin.